Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Friday, April 06, 2007

Dua hari yang lalu, seorang teman bertanya, apa istimewanya UI dibandingkan dengan Binus sehingga aku memilih s2 di UI instead of Binus? Melalu perenungan yang dalam, akhirnya dapat juga alasan-alasan kenapa aku memilih s2 di UI. Kebanyakan dari alasan-alasan tersebut bersifat pribadi, artinya tidak melulu karena kelebihan-kelebihan UI versus Binus. Well, beberapa alasan itu adalah:

1. Keinginan untuk membuktikan diri dan membuka wawasan lebih luas lagi serta mencari tantangan baru
Aku s1 di binus, kerja di binus, bila s2 di binus lagi, aku berpikir wawasanku akan lebih banyak di binus aja. hanya seputar-seputar binus. perlu juga untuk melihat-lihat dunia luar, jangan cuman "jago kandang". Ini juga perlu untuk pembuktian diri, bila aku kuliah di binus juga dan mendapat nilai bagus, orang bisa saja bilang bahwa aku kan emang kerja di binus jadi wajar dapat nilai bagus. Nah karena itu, perlu membuktikan diri di tempat lain agar pandangan seperti itu hilang. dan nyatanya, di UI juga aku bisa lulus dengan cum laude .. suatu predikat yang tidak mudah untuk didapat.
Selain pembuktian diri, memang banyak sekali wawasan yang aku peroleh di UI. mulai dari sistem kuliah yang berbeda dengan di binus, teman-teman yang backgroundnya berbeda (banyak yang dari instansi pemerintahan, jd lebih bisa memahami kerjaan pemerintah spt apa), sampai ke belajar naik bis dari kemanggisan ke salemba. Benar-benar pengalaman dan tantangan yang menyenangkan....
Ada beberapa hal yang didapatkan dari UI yang berbeda dengan yang ada di binus dan bisa dijadikan benchmark agar binus juga bisa lebih berkembang lagi.

2. Program studi,
Di binus, hanya ada MM. mendengar kata MM, yang terbayang dibenak ku itu langsung management dan hal-hal yang berbau ekonomi lainnya, termasuk akuntansi. Dari kata-kata MM saja sudah kehilangan minat masuk ke Binus (walaupun akhinya aku tau juga bahwa program MM binus ada peminatan ke information technology nya juga). But, aku sudah memutuskan untuk gak ambil MM, jadi aku memilih MTI. nah MTI terdekat dan well-known yang di UI. jarak dari UI ke kemanggisan (tempat binus berada) juga tidak terlalu jauh dan masih bisa ditempuh dengan bis (maklum belum punya kendaraan pribadi :P). pergi ke UI salemba hanya sekitar 45 menit bila tidak macet, plus 30 menit bila macet.
Selain jarak terjangkau, MTI UI juga mempunyai reputasi yang baik. dari Universitasnya saja, UI sudah memberikan reputasi yang baik. Siapa juga yang tidak kenal UI (university of Indonesia), UI tuh sudah seperti universitas nasionalnya Indonesia. jadi sebagian besar orang mengetahui UI. Khusus untuk MTI-nya sendiri, mendengar dari teman-teman yang sudah di MTI dan browsing-broswing brosurnya di internet, MTI memberikan program pendidikan yang menarik dan pratikal yang bisa diterapkan langsung di dunia kerja dengan dosen-dosen yang berpengalaman di bidangnya (tidak hanya teori tapi juga prakteknya) . MTI lebih banyak mengajarkan softskill dibandingkan dengan hardskill. Jadi di MTI sudah tidak lagi mengajarkan aku membuat program yang baik dan benar, tapi lebih ke bagaimana kita membuat strategi IT, menjalankannya, mengontrol dan mengevaluasinya.. baik dalam hal jaringan, software, infrastruktur, database dll.

3. Biaya
yah, faktor biaya juga salah satu dari pertimbangan. Biaya di MTI UI relatif murah, 10 juta per semester, dan usahakan mengambil 3 semester saja, sehingga uang kuliah yang dikeluarkan hanya 30 juta + uang lain-lain yang bahkan aku sudah lupa untuk apa, jadi total pengeluaran nya 35 juta-an (more or less).

4. dosen-dosennya
di MTI UI, menurut cerita-cerita orang yang sudah terlebih dahulu kuliah di MTI UI, mempunyai dosen-dosen yang bagus dan berkwalitas. dan memang setelah dibuktikan sendiri, dosen-dosen di MTI UI bagus dan berkwalitas tinggi. walaupun tidak semuanya. ada 1 atau 2 orang dosen yang mengajarku, yang menurut aku sendiri tidak mengajar dengan baik. Tapi untungnya sekarang dosen itu sudah tidak mengajar di MTI UI lagi (kabar yang aku dengar seperti itu).

well.. itu alasan-alasan kenapa aku secara pribadi memilih MTI UI. aku gak bilang bahwa di MM Binus tidak bagus, hanya saja kalau aku secara pribadi tidak ingin memperdalam ilmu di MM. Setelah kuliah di UI, ada beberapa keunggulan dan kelemahan MTI UI yang bisa dijadikan pertimbangan-pertimbangan bagi siapa pun yang ingin melanjutkan kuliah ke MTI UI.

Keunggulan2 yang aku rasakan:
1. Mutu Dosen yang bagus
lagi-lagi, kalau kita kuliah pasti kita akan melihat pada dosennya. apakah dosen-dosen yang mengajar di tempat tersebut baik atau tidak. dan di MTI UI, dosen-dosen yang kebetulan mengajar aku, sebagian besar bagus dan mampu memotivasi aku untuk belajar dan menggali lebih dalam wawasan yang ada di sana (sampai-sampai baca buku2 yang di sarankan sampai habis :P padahal jarang loh aku seperti itu). Mulai dari jaringan, database, strategi is it, manajemen korporat, system requirement, investasi, manajemen proyek dll .. yang jelas itu semua berguna dan bsia diimplementasikan di dunia kerja
(NB: system requirement sekarang aku gunakan untuk mencari kebutuhan-kebutuhan user, dengan RUP lebih mudah jadinya, mungkin karena sudah ada template-template nya. Terima kasih pak dosen (Mr Eko Budianto dan Mr Arisapta), yang sudah membuka mata tentang RUP :D. Selain system requirement, yang lain-lain, selain jaringan dan infrastruktur, juga digunakan untuk membantu pekerjaan ku. Jaringan dan infrastruktur belum membantu pekerjaan ku karena kebetulan kerjaan ku belum berhubungan dengan itu, tapi selalu menyenangkan untuk mempunyai pengetahuan umum tentang hal-hal itu)

2. matakuliah-matakuliah yang ditawarkan
matakuliah-matakuliah yang ditawarkan konsisten dan saling mendukung. mulai dari sem 1 - 2, paket matakuliahnya merangkum pengetahuan tentang IT yang berguna di lapangan kerja. sedangkan di sem 3, kita bisa menyalurkan minat kita ke salah satu matakuliah tertentu. kebetulan di sem 3, aku belajar tentang investasi TI dan manajemen proyek (btw, katanya sekarang manajemen proyek sudah termasuk matakuliah wajib untuk sem 2, bagus banget tuh. manajemen proyek memang sangat diperlukan untuk praktisi IT). Dari investasi dan manajemen proyek ini, aku mendapat pengetahuan yang kalau kita mau melakukan melakukan investasi IT, perlu didasarkan pada banyak hal, terutama cost dan benefit, jadwal, dan kwalitas yang dihasilkan.

3. Rekaman kuliah
setiap kuliah, direkam ke dalam format file mp3 yang bisa di download secara bebas oleh mahasiswa MTI. hal ini sangat menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang kebetulan terpaksa bolos. jadinya kejadian atau diskusi-diskusi di kelas tidak akan tertinggal.

4. staf-staf yang ramah dan selalu siap membantu
mulai dari wakil dekan, ketua jurusan, staf pengajar, staf perpustakaan dan staf admin, selalu sangat membantu. bahkan ketika aku sibuk2 cari topik tesis, selalu ada orang yang bisa diajak diskusi.

5. Jaringan internet (baik dari hotspot ataupun kabel)
jaringan internet di ui, mempunyai bandwith yang tinggi (terutama bila malam hari), sehingga memungkinkan untuk mendownload ebook-ebook dengan cepat. dan jaringan internet tersebut free. hanya perlu daftarkan wifi saja bila kita pakai hotspot.

6. sistem pendataan kehadiran dengan finger print
belum banyak univ yang pakai sistem pendataan kehadiran dengan finger print. di mti ui sudah menerapkan sistem ini. asal jangan lupa datakan kehadiran pas masuk dan keluar saja.

Kelemahan-kelemahan di MTI UI:
1. informasi yang ditampilkan di web belum terintegrasi dengan baik
informasi-informasi kecil seperti jadwal kuliah, nilai, keuangan dll belum bisa dilihat di internet(walau pun bisa informasinya sangat-sangat lama baru keluar di internet). bagi aku yang kalau di binus, melihat jadwal atau nilai atau info keuangan hanya cukup dengan login ke www.binus.ac.id, hal ini menyulitkan dan membuat tidak terbiasa dan juga merepotkan. setiap informasi harus ditanyakan lewat telpon atau datang langsung ke salemba UI. dan ini bukan pekerjaan yang menyenangkan bila hanya untuk nilai, pada saat libur kita mesti ke UI.

2. perpustakaan
perpustakaan di mti ui tidak begitu lengkap koleksi buku-bukunya, untuk buku-buku yang tidak digunakan dosen sebagai referensi kuliah, sangat suli tuntuk didapatkan. sehingga kalau mau buat tesis, susah mencari buku referensinya. tapi dengan adanya jurnal-jurnal online, jadi sedikit terbantu. selain koleksi, di perpus MTI UI, hanya buka sampai jam 7 malam, padahal aku kuliah sampai jam 9. dan kadang aku atau teman-teman datang terlambat dan tidak sempat lagi untuk ke perpus karena perpusnya sudah tutup. hari sabtu juga waktu buka perpus sangat singkat. akan lebih baik lagi bila waktunya di perpanjang. dan data peminjaman perpustakaan tidak terintegrasi ke dalam sebuah sistem informasi perpustakaan terpusat. bayangkan aja, masa untuk mengurus surat bebas pinjaman perpus (yang harus ada u mengambil ijazah), harus mengurusnya langsung ke perpustakaan pusat di depok... padahal letak perpustakaannya saja tidak tau, gimana pernah pinjem buku coba.

Mungkin ini keungulan dan kelemahan MTI UI selama aku menjadi mahasiswa s2 di sana. Tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan tapi semoga dari pendapat ini, baik MTI UI maupun Binus bisa berkembang menjadi lebih baik lagi .....

Sunday, March 25, 2007

Mogok Beramai-ramai Angkutan Umum?

Di serpong - tangerang, saat ini kendaraan umum (angkutan umum) sedang melakukan demo. saya sendiri tidak jelas demonya tentang apa. yang pasti mereka semua kompak tidak beroperasi hari ini. Tidak tau jelas hanya di daerah serpong - tangerang atau ke daerah jakarta juga.

Yang jelas terjadi, sejak jam 5 tadi pagi, jalan-jalan di serpong-tangerang menjadi sepi. Jarang sekali kendaraan umum yang berlalu lalang, bahkan hampir tidak ada. Dari rumah saya, yang biasanya tiap pagi terdengar bunyi-bunyi kendaraan berlalu lalang, hari ini sunyi senyap. Tidak ada lagi hiruk pikuk kendaraan-kendaraan umum tersebut. Bahkan tadi pagi, yang biasanya dari rumah ke stasiun, saya naik angkot, hari ini terpaksa jalan (hanya 5 menit sih. tapi kadang malas jalan dan naik angkot. :P)

Bila hal ini yang terjadi, bagaimana dengan nasib-nasib penumpang angkot tersebut? Atau lebih tepatnya bagaimana nasib saya?? apakah hari ini bisa pulang dengan selamat ke rumah? atau terpaksa pulang malam lagi?

Pertanyaan lanjutan yang muncul di benak saya, apakah demo ini merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan aspirasi supir-supir angkutan umum tersebut? atau kah hanya akan membuat penumpang terbengkalai??

Nasib saya mungkin sedikit lebih beruntung, walaupun mengandalkan angkutan umum juga, tapi setidaknya masih ada alternatif kendaraan umum bisa digunakan. Hari ini saya naik kereta (kebetulan naik yang AC karena bangunnya kesiangan, dan tepat waktu .. tumben deh akhir-akhir ini kereta api mulai tepat waktu, mungkin karena terlalu sering di demo). Kereta api serpong-palmerah, menghabiskan waktu kurang dari 30 menit, setelah itu, karena khawatir angkutan umum di palmerah mogok juga, akhirnya naik ojek lah saya dari depan stasiun. setelah tawar menawar ojek (akhirnya dapat 7000) dan setelah 15an menit di ojek, sampailah saya di kampus binus ini. akhirnya, bisa juga kerja hari ini. padahal sudah memikirkan worst casenya. Dalam perjalanan di ojek tersebut, saya menyadari ternyata angkutan umum di palmerah ini tidak ikutan demo dan mogok. M11, M09, M24 tetap ada berseliweran. Mungkin demo nya hanya di daerah serpong - tangerang saja.

Setelah sampai di kantor, hal yang membuat bingung selanjutnya adalah bagaimana pulangnya? pulang kantor pasti sore, nah bagaimana angkutannya?? apakah sudah tersedia, memang sih rencananya pulang mau naik kereta api lagi. dari binus ke stasiun kereta naik M11 kemudian tinggal naik kereta sampai rumah. Tapi setelah itukan mau kursus ke melati mas (deket wtc). gimana yah kalau tidak ada angkutan?? bolos kursus?? sayang dong. udah bayar uang kursus kok. lumayan lagi. Makanya .. gak boleh males2an. Nanti sore mesti melihat situasi kendaran umum terlebih dahulu. baru bisa memutuskan akan pergi kursus atau tidak.

Thursday, March 15, 2007

Kereta Api oh Kereta Api ...

Industri yang monopoli kerap kali membuat pelayanan konsumennya terbengkalai. Ini merupakan hal yang tidak aneh di industri yang masih 2C (company dan customer). Dengan tidak adanya pesaing (karena sistem monopoli), perusahaan dengan seenaknya bisa menetapkan tarif dan tidak memperdulikan pelayanan terhadap konsumennya. Mereka bertindak sangat arogan dan berpikir "kami kasih pelayanan seperti itu, kalau tidak mau yah sudah, tidak usah pakai". Karena mereka satu-satunya yang memberi pelayanan di bidang itu, mau tidak mau kita sebagai konsumen harus bertahan dengan sikap arogansi perusahaan dan buruknya pelayanan yang diberikan.

Hal ini juga terjadi pada kereta api di indonesia (lebih tepatnya serpong-jakarta). Sebagai salah satu pengguna jasa kereta api, saya merasakan sekali buruk nya pelayanan jasa kereta api tersebut. tetapi sampai saat ini saya masih berusahan bersabar dan menerima pelayanan yang buruk itu, karena belum ada transportasi sejenis yang bisa menjadi pengganti dari kereta api ini (bisa disangkutpautkan tidak adanya pesaing di industri kereta api ini, pesaing disini pesaing yang head-to-head atau apple-to-apple).

Beberapa contoh buruknya pelayanan kereta api ini (yang baru saja saya alami karena pagi tadi saya naik kereta api):
1. Tidak adanya tangga untuk naik ke peron (tempat naik kereta api, mungkin namanya salah). Padahal peron itu tingginya sekitar setengah meter (0,5 meter). Jadi sebagai pengguna kereta api, kita diharuskan untukbisa memanjat peron tersebut. Kita diharuskan mempunyai tubuh yang lentur sehingga bisa naik ke peron tersebut.
2. Selalu ada ketidak jelasan kereta mana yang akan berangkat terlebih dahulu. Sebagai orang yang sudah membeli karcis (untuk kereta ac 8000) menurut saya sangat wajar bisa saya diberikan informasi kereta mana yang akan berangkat terlebih dahulu. Pernah pada suatu waktu saya diberitahukan bahwa kereta yang akan berangkat ada di jalur 1, tapi ternyata yang berangkat terlebih dahulu adalah kereta yang dijalur 3. Apakah begitu buruknya komunikasi antara penjaga loket dengan masinis kereta api?? sehingga untuk mengetahui kereta yang jalan terlebih dahulu saja tidak bisa.
3. Masalah Pintu yang dibuka. Untuk kereta api ac, pintu tidak dibuka setiap saat (pada saat sampai ke stasiun untuk turun dan naik penumpan baru pintu dibuka, pada saat perjalanan pintu tertutup), tapi bukan ini yang menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah pada saat di stasiun (stasiun Serpong), pintu kereta AC (yang saya naiki jam 06.30) tidak dibuka juga padahal itu sudah jam 06.25, tinggal 5 menit lagi menuju keberangkatan. Yang dibuka hanya pintu kecil dekat gerbong masinis (didekat lokomotif) yang berada diujung muka (sangat jauh) dan tidak ada peron (tangga) -nya, padahal bila kereta ac itu mundur sedikit lagi, penumpang dapat dengan mudah naik ke sana (karena peron-nya tidak sampai ke ujung muka kereta tersebut, hanya sampai ke tengah-tengah). Setelah sedikit marah2 dan meminta pintu di buka pada petugas yang mengontrol perjalanan kereta api, pintu akhirnya dibuka, tetapi pintu yang dibuka adalah pintu yang tidak menghadap ke peron (kereta mempunyai 2 sisi, kanan dan kiri, kebetulan yang menghadap ke peron adalah sisi kanan dan yang dibuka adalah sisi kiri). Bagaimana mau naik?? mesti loncat2?? apakah kereta api ini mengajarkan kita untuk jadi pesenam?? Tapi banyak juga orang yang turun peron dan naik loncat ke kereta. Karena saya tidak mau melakukan itu, saya masih tetap marah2 dan meminta pintu di buka. Setelah bercape-cape marah2, akhirnya pintu dibuka juga (30 detik mendekati keberangkatan). pintu yang dibuka adalah pintu kecil di bagian lokomitif. Munculkan tampang masinisnya yang angkuh. bahkan tidak meminta maaf karena telah memberikan pelayanan yang buruk ... karena sudah terburu2, semua penumpang langsung menyerbu dengan sedikit marah2.



Beginilah kehidupan naik kereta api di sini. Jadi untuk orang-orang yang mau naik kereta api. diharapkan untuk bersiap2. Kereta api sudah tidak telat saja sudah bagus. Kita tidak bisa (atau belum bisa) mengharapkan pelayanan yang bagus.... sampai kapan semuanya akan seperti ini?? mari kita menunggu ..

Tuesday, March 13, 2007

Ghost

Just a lost soul or an evil soul

Menurut orang, di tempat-tempat yang jarang didatangi oleh orang, pasti ada penunggunya. Penunggu di sini bisa disebut sebagai hantu. Di tempat-tempat yang gelap, redup atau tempat kejadian kecelakaan juga ada hantunya. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga kalau di kantor yang ramai ada hantunya juga .. hmmm

Ini terjadi di kantor ku, beberapa hari yang lalu terjadi kehebohan. Ternyata ada hantu yang menampakan diri. Sebenarnya apa yang dicari oleh hantu tersebut? apakah dia menampakan diri karena marah sebab tempat tinggalnya selama ini sedang direnovasi (NB: IT sedang renovasi ruangan) atau ada sebab lain.. yang menyebabkan hantu-hantu tersebut tiba2 saja menampakkan diri. Dan apa tujuannya hantu2 itu menampakan diri? agar sekedar di ketahui keberadaannya oleh orang lain atau untuk menakut-nakuti?

Sebenarnya apa itu hantu??? Secara umum definisi hantu merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat. Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setan, iblis, gondorowo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang.Hantu dipercaya keberadaannya oleh hampir semua umat manusia yang mempercayai adanya Tuhan, meskipun hanya sebagian kecil yang mengakui pernah melihat hantu secara langsung. Keberadaan hantu menjadi pro dan kontra di banyak negara maju. Sebagian ilmuwan beranggapan hantu hanyalah ilusi ataupun khayalan mereka yang mempercayainya, sementara sebagian ilmuwan lain berusaha membuktikannya secara ilmiah adanya zat yang terkandung dalam hantu.(menurut wikipedia)


Jadi sama seperti manusia, hantu itu ada yang baik dan jahat ... tapi kenapa sering kali kita takut akan hantu-hantu tersebut? walaupun kita tidak tau hantu tersebut baik atau jahat. apakah hal-hal yang kita tidak ketahui membuat kita takut? bagi orang-orang yang tidak pernah melihat hantu, mendengar kata hantu pasti menimbulkan sensasi tersendiri. ada rasa takut, seram, benci dll. Benarkan kita takut krn kita belum pernah melihat hantu? atau karena pengaruh televisi dan film2 yang begitu besar sehingga bila kita mendengar kata hantu selalu terbayang makluk yang menyeramkan??

Aku sendiri belum pernah melihat hantu .. dan yah .. bila aku mendengar kata hantu, aku jadi takut sendiri. sepertinya terlalu banyakmenonton film hantu berakibat yang tidak baik bagiku. beberapa film hantu yang sudah pernah ku tonton antara lain exorsits, ju on, the ring (yang jepang maupun yang barat), kuntil anak dan bbrp film2 lain yang tentang hantu. Menonton film2 itu di bioskop tidak membuat aku takut, tetapi setelah pulang atau bbrp hari setelahnya, kenangan akan tempat-tempat penampakan dan wajah2 hantu di film2 tersebut masih tetap membayangiku .... jadi menyeramkan.

Tetapi apakah bentuk dari hantu sebenarnya? atau mereka tidak mempunyai bentuk? Menurut film Ghost whisper, hantu mengambil bentuk sama seperti saat mereka meninggal. Bila mereka meninggal dengan kesedihan, maka hantunya pun akan beraut muka sedih, apabila mereka meninggal dengan kebencian, maka hantunya akan dipenuhi dengan kebencian dan biasanya hantu-hantu ini lah yang sering mengganggu orang .. ingin melampiaskan kebenciannya.

Belum pernah melihat hantu, menyebabkan aku jadi sering bertanya2 .. apakah reaksi ku pada saat melihat hantu? pingsan, lari, atau apa? sampai saat ini, selama aku sadar aku belum pernah melihat hantu (kalo tidak sadar bahwa itu hantu tidak tau juga dech)... mendengar hantu menyebutkan nama ku sudah pernah .. tapi kalau melihat langsung belum pernah. dan semoga tidak akan pernah .. bukan takut atau gimana (padahal emang takut) tapi kalau di berikan kebebasan untuk memilih, lebih baik tidak.

Monday, March 12, 2007

Two greatest Love

Dari film sex and the city (film yang beberapa hari ini selalu aku tonton setiap malam), salah satu episodenya mengatakan kita hanya mempunyai 2 greatest love in our live. how many greatest love that you already find?

Aku tidak tau apakah love yang aku temukan adalah greatest love. I have had six relationship, 2 of it is serious, but I still can't tell is it my greatest love? have I found my greatest love? What will happen if the two greatest love is just gone?
The Right Man

Back to kampus syahdan.
Still thinking about the movie that I had watched, Sex and The City. Salah satu episodenya membahas tentang Bagaimana kita tau bahwa ini pria yang cocok untuk kita (the right man). setiap orang pasti ingin mencari yang paling tepat untuk nya, tapi apakah kita akan benar-benar tau bahwa ini the right man?? with no regrets. atau selamanya kita akan bertanya-tanya apakah pria ini merupakan the right man.

bagaimana kita tau pria yang ada di samping kita, adalah the right man?? sebelum membuat keputusan untuk bersama happily ever after, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa itu the right man? Pertanyaan ini selalu memusingkan. dari diskusi dengan teman kemaren, dia bilang we would never know. The best thing that we can do is just follows your heart. if your heart say that he is the right man at that time, then, make commitment to him. and try to keep that commitment.

Tapi .. apabila sudah bersama seseorang, dan ternyata ada orang lain yang berasa lebih cocok dan merasa itulah the right man .. what should we do??
just break-up or keep the older relationship??
or ... can we just wait until the really.. really right man to come? sampai kapan kita harus menunggu??

Friday, March 09, 2007

Sulitkah menjadi teman kembali setelah putus ??

Pada saat putus hubungan, orang sering bilang bahwa kita jadi teman lagi saja. Tapi apakah benar setelah putus cinta menjadi teman merupakan pilihan yang benar dan mudah?? apakah kenangan-kenangan akan masa lalu tidak menghantui perjalanan pertemanan yang akan dimulai kembali?

As for me, menjadi teman dengan mantan pacar merupakan hal yang sulit. Bukan karena aku tidak membuka pertemanan dengan mantanku, tapi lebih ke sulitnya mencari topik komunikasi yang baik dan benar atau sulitnya mantan pacar menganggapku teman kembali. Hal ini terjadi beberapa kali. Setelah melalui putus yang menyakitkan, salah satu mantan pacarku seakan tidak bisa menerima aku sebagai teman kembali. Padahal sebelumnya kami berteman sangat baik sekali. I can tell everything to him. Setelah berlalu beberapa tahun (sudah 3 tahun lebih) kami sudah mulai bisa berkomunikasi kembali. Tapi komunikasi itupun terasa sangat hambar .. mungkin karena kami sudah tidak bisa lagi berbicara dari hati-ke-hati. I miss the time when I can tell him everything ...

Menjadi teman lagi setelah putus hubungan memerlukan keberanian. Some people say: Its hard enough to brake up, don't make it harder by being friend with the ex. Keberanian untuk mengubur masa lalu dan memaafkan kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi. Kadang keberanian ini sangat sulit untuk didapatkan. Menjadi teman kembali tidak bisa dipaksakan. Bila dipaksakan hanya akan tambah membuat hubungan menjadi buruk....

So, the best thing to do is, just wait ... kalau memang bisa bersahabat kembali.. pasti hari itu akan tiba di mana kita bisa bercerita kembali ttg masa lalu, sekarang dan masa depan dengan tidak memendam duka ...