Friday, April 06, 2007

Dua hari yang lalu, seorang teman bertanya, apa istimewanya UI dibandingkan dengan Binus sehingga aku memilih s2 di UI instead of Binus? Melalu perenungan yang dalam, akhirnya dapat juga alasan-alasan kenapa aku memilih s2 di UI. Kebanyakan dari alasan-alasan tersebut bersifat pribadi, artinya tidak melulu karena kelebihan-kelebihan UI versus Binus. Well, beberapa alasan itu adalah:

1. Keinginan untuk membuktikan diri dan membuka wawasan lebih luas lagi serta mencari tantangan baru
Aku s1 di binus, kerja di binus, bila s2 di binus lagi, aku berpikir wawasanku akan lebih banyak di binus aja. hanya seputar-seputar binus. perlu juga untuk melihat-lihat dunia luar, jangan cuman "jago kandang". Ini juga perlu untuk pembuktian diri, bila aku kuliah di binus juga dan mendapat nilai bagus, orang bisa saja bilang bahwa aku kan emang kerja di binus jadi wajar dapat nilai bagus. Nah karena itu, perlu membuktikan diri di tempat lain agar pandangan seperti itu hilang. dan nyatanya, di UI juga aku bisa lulus dengan cum laude .. suatu predikat yang tidak mudah untuk didapat.
Selain pembuktian diri, memang banyak sekali wawasan yang aku peroleh di UI. mulai dari sistem kuliah yang berbeda dengan di binus, teman-teman yang backgroundnya berbeda (banyak yang dari instansi pemerintahan, jd lebih bisa memahami kerjaan pemerintah spt apa), sampai ke belajar naik bis dari kemanggisan ke salemba. Benar-benar pengalaman dan tantangan yang menyenangkan....
Ada beberapa hal yang didapatkan dari UI yang berbeda dengan yang ada di binus dan bisa dijadikan benchmark agar binus juga bisa lebih berkembang lagi.

2. Program studi,
Di binus, hanya ada MM. mendengar kata MM, yang terbayang dibenak ku itu langsung management dan hal-hal yang berbau ekonomi lainnya, termasuk akuntansi. Dari kata-kata MM saja sudah kehilangan minat masuk ke Binus (walaupun akhinya aku tau juga bahwa program MM binus ada peminatan ke information technology nya juga). But, aku sudah memutuskan untuk gak ambil MM, jadi aku memilih MTI. nah MTI terdekat dan well-known yang di UI. jarak dari UI ke kemanggisan (tempat binus berada) juga tidak terlalu jauh dan masih bisa ditempuh dengan bis (maklum belum punya kendaraan pribadi :P). pergi ke UI salemba hanya sekitar 45 menit bila tidak macet, plus 30 menit bila macet.
Selain jarak terjangkau, MTI UI juga mempunyai reputasi yang baik. dari Universitasnya saja, UI sudah memberikan reputasi yang baik. Siapa juga yang tidak kenal UI (university of Indonesia), UI tuh sudah seperti universitas nasionalnya Indonesia. jadi sebagian besar orang mengetahui UI. Khusus untuk MTI-nya sendiri, mendengar dari teman-teman yang sudah di MTI dan browsing-broswing brosurnya di internet, MTI memberikan program pendidikan yang menarik dan pratikal yang bisa diterapkan langsung di dunia kerja dengan dosen-dosen yang berpengalaman di bidangnya (tidak hanya teori tapi juga prakteknya) . MTI lebih banyak mengajarkan softskill dibandingkan dengan hardskill. Jadi di MTI sudah tidak lagi mengajarkan aku membuat program yang baik dan benar, tapi lebih ke bagaimana kita membuat strategi IT, menjalankannya, mengontrol dan mengevaluasinya.. baik dalam hal jaringan, software, infrastruktur, database dll.

3. Biaya
yah, faktor biaya juga salah satu dari pertimbangan. Biaya di MTI UI relatif murah, 10 juta per semester, dan usahakan mengambil 3 semester saja, sehingga uang kuliah yang dikeluarkan hanya 30 juta + uang lain-lain yang bahkan aku sudah lupa untuk apa, jadi total pengeluaran nya 35 juta-an (more or less).

4. dosen-dosennya
di MTI UI, menurut cerita-cerita orang yang sudah terlebih dahulu kuliah di MTI UI, mempunyai dosen-dosen yang bagus dan berkwalitas. dan memang setelah dibuktikan sendiri, dosen-dosen di MTI UI bagus dan berkwalitas tinggi. walaupun tidak semuanya. ada 1 atau 2 orang dosen yang mengajarku, yang menurut aku sendiri tidak mengajar dengan baik. Tapi untungnya sekarang dosen itu sudah tidak mengajar di MTI UI lagi (kabar yang aku dengar seperti itu).

well.. itu alasan-alasan kenapa aku secara pribadi memilih MTI UI. aku gak bilang bahwa di MM Binus tidak bagus, hanya saja kalau aku secara pribadi tidak ingin memperdalam ilmu di MM. Setelah kuliah di UI, ada beberapa keunggulan dan kelemahan MTI UI yang bisa dijadikan pertimbangan-pertimbangan bagi siapa pun yang ingin melanjutkan kuliah ke MTI UI.

Keunggulan2 yang aku rasakan:
1. Mutu Dosen yang bagus
lagi-lagi, kalau kita kuliah pasti kita akan melihat pada dosennya. apakah dosen-dosen yang mengajar di tempat tersebut baik atau tidak. dan di MTI UI, dosen-dosen yang kebetulan mengajar aku, sebagian besar bagus dan mampu memotivasi aku untuk belajar dan menggali lebih dalam wawasan yang ada di sana (sampai-sampai baca buku2 yang di sarankan sampai habis :P padahal jarang loh aku seperti itu). Mulai dari jaringan, database, strategi is it, manajemen korporat, system requirement, investasi, manajemen proyek dll .. yang jelas itu semua berguna dan bsia diimplementasikan di dunia kerja
(NB: system requirement sekarang aku gunakan untuk mencari kebutuhan-kebutuhan user, dengan RUP lebih mudah jadinya, mungkin karena sudah ada template-template nya. Terima kasih pak dosen (Mr Eko Budianto dan Mr Arisapta), yang sudah membuka mata tentang RUP :D. Selain system requirement, yang lain-lain, selain jaringan dan infrastruktur, juga digunakan untuk membantu pekerjaan ku. Jaringan dan infrastruktur belum membantu pekerjaan ku karena kebetulan kerjaan ku belum berhubungan dengan itu, tapi selalu menyenangkan untuk mempunyai pengetahuan umum tentang hal-hal itu)

2. matakuliah-matakuliah yang ditawarkan
matakuliah-matakuliah yang ditawarkan konsisten dan saling mendukung. mulai dari sem 1 - 2, paket matakuliahnya merangkum pengetahuan tentang IT yang berguna di lapangan kerja. sedangkan di sem 3, kita bisa menyalurkan minat kita ke salah satu matakuliah tertentu. kebetulan di sem 3, aku belajar tentang investasi TI dan manajemen proyek (btw, katanya sekarang manajemen proyek sudah termasuk matakuliah wajib untuk sem 2, bagus banget tuh. manajemen proyek memang sangat diperlukan untuk praktisi IT). Dari investasi dan manajemen proyek ini, aku mendapat pengetahuan yang kalau kita mau melakukan melakukan investasi IT, perlu didasarkan pada banyak hal, terutama cost dan benefit, jadwal, dan kwalitas yang dihasilkan.

3. Rekaman kuliah
setiap kuliah, direkam ke dalam format file mp3 yang bisa di download secara bebas oleh mahasiswa MTI. hal ini sangat menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang kebetulan terpaksa bolos. jadinya kejadian atau diskusi-diskusi di kelas tidak akan tertinggal.

4. staf-staf yang ramah dan selalu siap membantu
mulai dari wakil dekan, ketua jurusan, staf pengajar, staf perpustakaan dan staf admin, selalu sangat membantu. bahkan ketika aku sibuk2 cari topik tesis, selalu ada orang yang bisa diajak diskusi.

5. Jaringan internet (baik dari hotspot ataupun kabel)
jaringan internet di ui, mempunyai bandwith yang tinggi (terutama bila malam hari), sehingga memungkinkan untuk mendownload ebook-ebook dengan cepat. dan jaringan internet tersebut free. hanya perlu daftarkan wifi saja bila kita pakai hotspot.

6. sistem pendataan kehadiran dengan finger print
belum banyak univ yang pakai sistem pendataan kehadiran dengan finger print. di mti ui sudah menerapkan sistem ini. asal jangan lupa datakan kehadiran pas masuk dan keluar saja.

Kelemahan-kelemahan di MTI UI:
1. informasi yang ditampilkan di web belum terintegrasi dengan baik
informasi-informasi kecil seperti jadwal kuliah, nilai, keuangan dll belum bisa dilihat di internet(walau pun bisa informasinya sangat-sangat lama baru keluar di internet). bagi aku yang kalau di binus, melihat jadwal atau nilai atau info keuangan hanya cukup dengan login ke www.binus.ac.id, hal ini menyulitkan dan membuat tidak terbiasa dan juga merepotkan. setiap informasi harus ditanyakan lewat telpon atau datang langsung ke salemba UI. dan ini bukan pekerjaan yang menyenangkan bila hanya untuk nilai, pada saat libur kita mesti ke UI.

2. perpustakaan
perpustakaan di mti ui tidak begitu lengkap koleksi buku-bukunya, untuk buku-buku yang tidak digunakan dosen sebagai referensi kuliah, sangat suli tuntuk didapatkan. sehingga kalau mau buat tesis, susah mencari buku referensinya. tapi dengan adanya jurnal-jurnal online, jadi sedikit terbantu. selain koleksi, di perpus MTI UI, hanya buka sampai jam 7 malam, padahal aku kuliah sampai jam 9. dan kadang aku atau teman-teman datang terlambat dan tidak sempat lagi untuk ke perpus karena perpusnya sudah tutup. hari sabtu juga waktu buka perpus sangat singkat. akan lebih baik lagi bila waktunya di perpanjang. dan data peminjaman perpustakaan tidak terintegrasi ke dalam sebuah sistem informasi perpustakaan terpusat. bayangkan aja, masa untuk mengurus surat bebas pinjaman perpus (yang harus ada u mengambil ijazah), harus mengurusnya langsung ke perpustakaan pusat di depok... padahal letak perpustakaannya saja tidak tau, gimana pernah pinjem buku coba.

Mungkin ini keungulan dan kelemahan MTI UI selama aku menjadi mahasiswa s2 di sana. Tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan tapi semoga dari pendapat ini, baik MTI UI maupun Binus bisa berkembang menjadi lebih baik lagi .....